Tjokorda Istri Dwiary Putri Witrananda, atau yang akrab dipanggil Cok Is, adalah sosok yang mempesona dari Puri Agung Sukawati, Gianyar. Meskipun usianya baru menginjak 16 tahun, kelahiran pada 19 Januari 2008, semangatnya untuk menggapai mimpi tidak pernah surut. Tinggal di Jl. Batutabih, Takmung, Klungkung, Cok Is dikenal sebagai sosok yang aktif dan enerjik di kalangan siswa SMA Negeri 1 Semarapura.


Bukan hanya menonjol dalam hal akademis, Cok Is juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan di sekolah. Keterlibatannya yang luas dan kemampuannya dalam berinteraksi dengan berbagai kelompok membuatnya menjadi sosok yang dicintai banyak orang.


Bakat musiknya terpancar melalui minatnya dalam bernyanyi dan memainkan gitar. Kreativitasnya mekar dalam setiap senandung yang dia bawakan dan setiap senar yang dia petik.


Partisipasi Cok Is dalam Pemilihan Jegeg Bagus Klungkung 2024 tidak hanya didorong oleh keinginannya untuk mengejar mimpi pribadi, tetapi juga oleh dorongan untuk berkontribusi pada pengembangan pariwisata Klungkung. Dia percaya bahwa Klungkung memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata yang menakjubkan, dan dia ingin menjadi bagian dari perubahan yang positif bagi Kabupaten Klungkung.


Cok Is telah menorehkan prestasi yang mengesankan, seperti mewakili Klungkung dalam Parade Lagu Pop Bali pada Pesta Kesenian Bali, yang memberinya wawasan yang mendalam tentang kekayaan Klungkung.


Prestasi tersebut tidak hanya menghantarkannya pada sorotan publik, tetapi juga membuka matanya terhadap keindahan seni, budaya, dan alam yang menjadi warisan luhur dari tanah kelahirannya. Sebagai seorang penikmat seni dan budaya yang rajin, Cok Is menemukan inspirasi tak terbatas dari karya-karya seni tradisional Klungkung serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya.


Namun, bukan hanya seni dan budaya yang memikat perhatiannya. Alam juga memainkan peran besar dalam menjalin hubungannya dengan identitas kulturalnya. Diamond Beach di Nusa Penida menjadi salah satu destinasi favorit Cok Is. Di sana, dia tidak hanya merasakan keajaiban alam yang luar biasa, tetapi juga menemukan kedamaian dan keindahan yang memperkaya makna kehidupannya.


Setiap momen di tepi pantai Diamond Beach membawanya pada perjalanan spiritual yang mendalam, menghadirkan kekuatan dan inspirasi yang tak ternilai. Cok Is belajar untuk menghargai alam sekitarnya dengan lebih dalam, dan hal ini tercermin dalam visi dan misinya untuk mempromosikan pariwisata yang berkelanjutan di Klungkung.


Melalui kutipan inspiratifnya, "Terkadang, kita lupa betapa beruntungnya kita memiliki keindahan alam dan warisan budaya, dari pesisir yang memikat hati hingga ke dalam jantung kehidupan budaya lokalnya. Di setiap sudut, Kabupaten Klungkung menghadirkan petualangan yang akan menjadi kenangan tak terlupakan bagi para wisatawan," Cok Is dengan penuh semangat memperlihatkan komitmennya untuk mempromosikan pesona Klungkung. Ungkapan itu bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi merupakan cerminan dari rasa syukur yang mendalam akan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki oleh Klungkung.


Sebagai seorang duta pariwisata, harapannya adalah mampu memberikan inovasi dan menciptakan peluang baru dalam sektor pariwisata. Cok Is memiliki visi yang jelas, yaitu agar pertumbuhan pariwisata di Klungkung dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan budaya lokal. Baginya, pembangunan pariwisata yang berkelanjutan bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat lokal dan generasi yang akan datang.


Ikuti perjalanan Cok Is di media sosialnya melalui akun Instagram @coknanda_a, di mana dia berbagi pengalaman dan pesan-pesan inspiratifnya kepada para pengikutnya. Dengan bakat, dedikasi, dan visinya yang jelas, Cok Is menjadi teladan bagi generasi muda dalam memperjuangkan pembangunan positif dan keberlanjutan di bidang pariwisata.