Tulisan karya Octa Putra, finalis Bagus Klungkung 2016, yang kini masih berstatus siswa di SMA Negeri 1 Dawan. Saat ini Octa juga menjabat sebagai Ketua Pusat Informasi Konseling Remaja Wiradarma.

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata Kabupaten Klungkung?

Kemungkinan besar anda akan mengingat sebuah kota kecil yang kental akan budaya dan sejarah, maupun keunikan kulinernya seperti panganan sehat khas dari Klungkung yaitu serombotan. Namun banyak orang tidak mengetahui akan keindahan Kabupaten Klungkung yang menyimpan pesona alam luar biasa, seperti pulau Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan. Ketiga pulau tersebut menyimpan keindahan alam yang layak disebut surganya Bali, banyak wisatawan tertarik untuk mengunjungi pulau kecil nan indah ini.

Namun tahu kah anda Klungkung juga memiliki objek wisata handalan selain ketiga pulau nusa tadi?

Tentu saja ada, yaitu Taman Gili Kerta Gosa. Dibangun pada tahun 1686 oleh raja pertama Kerajaan Klungkung I Dewa Agung Jambe. Sebagai sebuah peninggalan Kerajaan Klungkung, yang terletak di jantung Kota Semarapura ibu kota Kabupaten Klungkung. Taman Gili Kerta Gosa memiliki dua buah bangunan menjulang tinggi di dalamnya yaitu Balai Kerta Gosa dan Balai Kambang.

Balai Kerta Gosa merupakan tempat sidang pengadilan yang dipimpin oleh raja sebagai hakim tertinggi, pada saat berlangsungnya birokrasi kolonial Belanda di Kabupaten Klungkung pada tahun 1908-1942.

Sedangkan Balai Kambang adalah sebuah bangunan indah yang dikelilingi sebuah kolam, seolah-olah mmebuat bangunan ini terlihat mengambang. Dahulu Balai Kambang merupakan tempat untuk upacara Manusa Yadnya untuk putra-putri kerajaan.

Kedua bangunan tesebut memiliki ciri arsitektur tradisional Bali yang sangat kental. Dan tersimpan sebuah keunikan dari kedua bangunan tersebut yang tidak dimiliki bangunan lain yaitu, terletak pada langit-langitnya yang ditutupi dengan lukisan tradisional.

Di langit-langit Balai Kerta Gosa mencerita kisah Tantri dari kitab Swargarokanaparwa, dan kisah Bima Swarga yang bertema hukum Karma Pala. Lukisan dilangit-langit Balai Kerta Gosa memiliki nilai-nilai pendidikan berupa hukum sebab-akibat dari perbuatan manusia.

Sedangkan di Balai Kambang mengangkat kisah dari Ramayana dan Sutasoma.

Namun tahukah anda pelukis mana yang melukis langit-langit Taman Gili Kerta Gosa?

Lukisan tersebut dibuat oleh leluhur pelukis Wayang Kamasan, Kabupaten Klungkung. Kamasan menjelma sebagai desa seni yang terkenal karena lukisan-lukisan wayangnya.

Namun pada saat ini jumlah pelukis Wayang Kamasan semakin berkurang, walaupun tidak banyak pelukis yang berkurang tetapi sudah banyak pelukis wayang kamasan yang telah lanjut usia. Berkurangnya pelukis wayang kamasan dikarenakan, banyaknya masalah-masalah yang harus dihadapi dalam mendirikan bisnis lukisan Wayang Kamasan.

Seperti pencarian bahan-bahan untuk melukis wayang kamasan semakin sulit didapatkan, pendapatanya tidak menentu, dan kurangnya minat masyarakat untuk memilih lukisan wayang kamasan sebagai buah tangan mereka. Pelukis-pelukis wayang senior, sudah mulai berupaya membuka sanggar-sanggar lukis untuk membantu melestarikan lukisan ini, dengan cara melatih anak-anak muda setempat secara geratis, untuk menjadi regenerasi mereka dimasa yang akan datang. Selain masyarakat setempat ada pula wisatawan asing yang ingin belajar melukis karya seni unik ini.

Namun hanya sedikit minat generasi muda untuk ikut serta dalam melestarikan lukisan Wayang Kamasan,mungkin karena mereka berpikir penghasilan menjadi pelukis Wayang Kamasan sedikit?

Tentu saja tidak teman-teman, karena sebenarnya jika kita bisa menciptakan inovasi baru dalam hal pemasaran lukisan Wayang Kamasan, yang tidak hanya menghandalkan pesanan dari pelanggan saja, namun bias menawarkan dan mempromosikan lukisan Wayang Kamasan dengan memanfaatkan media sosial sebagai media penawaran maupun promosi.

Peran dari pemerintah sangatlah dibutuhkan untuk menjaga kelestarian lukisan Wayang Kamasan agar tidak sampai punah dan bisa bersaing di pasaran. Dengan cara membantu sanggar-sanggar lukis dalam mendanai anak-anak muda yang sedang belajar melukis disana, karena seluruh murid-murid lokal tidak dikenai biaya untuk belajar melukis . Selain itu peran masyarakat untuk mempromosikan dan memilih produk lokal untuk kebutuhan sehari-hari, agar pelukis-pelukis wayang kamasan mendapat tempat yang baik dipasaran.

Jika kita bisa melukis Wayang Kamasan bukan hanya dapat mendatangkan uang dan tawaran melukis ke berbagai tempat, melainkan kita juga bias membantu melestarikan seni para leluhur kita. Tentu saja sebuah keuntungan yang berlipat jika kita mau melestarikan lukisan wayang kamasan.

 

Generasi muda penerus bangsa, mari ikut berpartisipasi dalam melestarikan seni dan budaya leluhur kita.

 

Lukisan kamasan terkenal ke mancanegara

Balai Kerta Gosa selalu dikagumi

Mari pelajari seni dan budaya kita

Agar tetap terjaga dan lestari